Ayo Berwirausaha, Jangan Selamanya Ingin Terus Digaji!

halofandi.com - Halo sobat Fandi, pada tulisan kali ini Saya ingin menyampaikan beberapa pandangan Saya mengenai apa yang menjadi ganjalan di hati Saya sebagai mahasiswa semester akhir di salah satu Universitas swasta di Semarang. Saya ingin beropini tentang masih banyaknya lulusan-lulusan Sarjana masih sebagian besar memiliki orientasi ingin bekerja setelah lulus nanti. So, simak opini Saya berikut ini, semoga sobat Fandi terinspirasi setelah membaca tulisan Saya ini.
Ilustrasi Gaji | Sumber gambar : Infoptk.com

Dalam dunia kerja ada beberapa jenjang karir yang sebenarnya Kita bisa memilihnya. Apa saja itu? Hal tersebut menjadi rahasia umum, akan tetapi masih sedikit orang yang benar-benar merenungkan serta mengaplikasikanya dalam hidup.

Yang pertama adalah tingkatan Pekerja/Karyawan, orientasi pada poin pertama ini (masih) menjadi idola khususnya bagi sarjana yang telah menempuh 4 tahun di bangku perkuliahan. Ya, masih banyak di antara Mereka memikirkan beberapa hal ini: Kerja dimana? Jadi apa? Berapa gajinya? Duh bingung. . Mari dari sekarang Kita ubah pola fikir Kita menjadi Produksi apa? Jualan apa? Bekerja boleh-boleh saja tapi tak ingin selamanya juga kan bekerja bergantung orang lain buat kesuksesan orang lain pula?

Profesi menjadi tingkatan kedua dalam jenjang karir dalam dunia kerja, Profesi adalah dimana seseorang bekerja untuk dirinya sendiri berdasarkan keahlian yang dimilikinya, contohnya apa sih Sobat Fandi? Beberapa contohnya adalah aktor/aktris, presenter, dokter dan prodesi-profesi lainya. Pada posisi ini memang cukup aman untuk masa depan Kita, akan tetapi lebih kece jika Kita berani mengambil resiko untuk poin yang ketiga.

Dan, tingkatan yang terakhir adalah Wirausaha/Pengusaha, ini dia tingkatan terakhir dimana masih banyak sarjana-sarjana muda Kita takut untuk meliriknya? Memang besar resiko yang nanti Kita akan hadapi akan tetapi dengan menikmatinya tentu hal ini menjadi sebuah tantangan yang mengasyikkan bagi Kita, Sarjana saja tidak cukup! Jadi entrepreneur butuh kerja keras, kerja cerdas dan insting yang tajam untuk dapat meraih kesuksesan.

Apakah Sobat Fandi ingin terus digaji demi kesuksesan korporasi atau bahkan kesuksesan orang lain? Stop It! Untuk sementara mempersiapkan masa depan tidak ada salahnya tapi taukah masih banyak peluang kesuksesan berwirausaha di Indonesia.

1. Masih Sedikit Pengusaha di Indonesia

Di Indonesia jumlah pengusaha kurang dari 1,5% dari jumlah penduduk di Indonesia yang jumlahnya mencapai 250 Juta jiwa lebih. Hal tersebut sangatlah sedikit dan bahkan menjadi sebuah peluang yang terbuka lebar bagi pemuda sekarang untuk berkreatifitas dan memulai usaha di tanah sendiri?

2. Jangan Mau (Terus) dengan Iming-iming UMR+

"Kerja atau Dikerjani" itulah sepatah kata motivasi yang Saya ingat betul dari Alm. Bob Sadino yang menjadi miliarder walaupun hanya lulusan SD. Hal tersebut juga masih menjadi orientasi yang masih banyak di anut lulusan-lulusan sarjana sekarang, Wisuda aja dikejar cepet, IPK tinggi tapi skill nol besar, bahkan rela diterima kerja gaji UMR. Emm. . Jangan selamanya! Biaya kuliah kalian mahal sobat!

3. Sarjana Aja Tidak Cukup!

Gelar sarjana menjamin kalian sukses? NO besar sobat! Walaupun benar para sarjana memiliki peluang besar jika di tempatkan pada tingkatan pertama sebagai pekerja, tapi dalam tingkatan ketiga itu tidaklah cukup, bangku kuliah tak menjamin kalian memiliki keahlian khusus, tak menjamin kalian dapat bekerja cerdas, atau memiliki insting yang tajam dalam dunia wirausaha. Dunia wirausaha itu membutuhkan analisis dan praktek secara langsung dilapangan agar kemungkinan besar untuk sukses semakin terbuka.

Perlu kalian ingat  lapangan kerja di Indonesia itu terbatas (sangat terbatas), menjadi rebutan bahkan lintas jurusan.

Mari Kita ciptakan peluang Kita sendiri jangan ingin terus digaji, bekerja cerdas, bekerja kreatif dan berwirausaha, Ciptakan peluang Kita sendiri!

Comments