Practical Stoicism: Sejarah, Ilmu, dan Cara Merindu yang Benar! Bagian 2


halofandi.com - Hai, guys! Artikel ini melanjutkan tulisan Saya sebelumnya ya. Masih mengenai Practical Stoicism, banyak hal yang belum Saya ceritakan ditulisan Saya yang pertama. Masih ada cerita yang belum Saya lengkapi pada tulisan tersebut dan pada artikel ini Saya akan melengkapi cerita, membahas mengenai sedikit sejarah mengenai ilmu stoic, serta memperjelas isi artikel tersebut agar Kita semua tak memaknainya dengan liar.


Seperti yang sudah Saya ceritakan pada tulisan sebelumnya bahwa pada tanggal 12 Juli Saya mengalami hal yang jika ditelaah kembali maka hal tersebut bisa membuat pribadi Saya menjadi galau yang berlarut. 

Akan tetapi, karena sebelumnya Saya sudah mengambil resiko terburuknya maka Saya sudah menyiapkan segala hal, mengenai bagaimana Saya menjawab pertanyaanya, menyiapkan hati yang tegar walau Saya begitu menyukainya, dan persiapan lainya jika hal terburuk itu terjadi.

Walau memang Saya tak minginginkanya, kejadian terburuk itupun terjadi. Saya sudah tau harus bagaimana menyikapinya dan harus terus berjalan kedepan, karena waktu tak akan berhenti tuk sejenak waktu hanya untuk menunggu insan ini tidak galau lagi.

Setiap manusia punya hak nya masing-masing, Kamu punya hak sendiri, Akupun juga memiliki hak yang sama. Hidup harus tetap berjalan meskipun itu dihasilkan dari ketidakmampuan Kita untuk mempertahankanya. Setidaknya Aku belajar menyukai seseorang dengan benar, merinduinya tanpa dosa, walau pada akhirnya takdir pada saat itu berkata lain.

Allah sudah memiliki jalan terbaik walau Kita sudah menjelaskan sebaik mungkin, maka dari itulah Kita harus tetap berjalan dan berusaha semaksimal mungkin untuk hari berikutnya agar hidupmu tetap berkwalitas walau terkadang irisan-irisannya tak bisa Kita kontrol sepenuhnya sesuai ekspektasi yang Kita bayangkan sebelumnya. Tetap jalani dengan senang hati, semoga Allah meridhoi!

Tak melulu soal perasaan, ilmu stoic bisa diterapkan dalam berbagai macam lini kehidupan seperti kegiatan rumah tangga, pekerjaan, pertemanan, bisnis, dan masih banyak hal lagi lainya yang unik untuk dibahas dan disangkutkan dengan ilmu stoic.

Hal itupun sejalan dengan pakar ilmu stoic jaman dahulu kala, pakar-pakar ternama tersebut memiliki berbagai macam strata. Ilmu stoic dikenalkan oleh Zeno dari Citium pada awal abad 3-SM. Dan, tokoh yang mengangkat ilmu tersebut menjadi populer diantaranya adalah Marcus Aurelius yang menjabat sebagai kaisar Romawi Kuno, Epictetus yang menjadi budak dan Nelson Mandela yang ternyata juga mengaplikasikan ilmu tersebut kedalam hidupnya.

Islam mengajarkan banyak hal, diantaranya adalah mengenai irisan ilmu ini secara tak langsung, mengenai ikhas bahwa semua yang Kita lakukan adalah ketentuan yang terbaik dari-Nya tentu dengan niat yang baik pula, hal tersebut juga tertuang dalam QS. Al-An'am: 162.

Masih banyak lagi kaitanya irisan ilmu stoicism  ini yang mengambil sebagian kecil ilmu yang ada di dunia islam, tak perlu Saya jelaskan satu-satu ya, akan memakan lebih banyak halaman lagi nanti.

Dan, akhirnya pada artikel ini pula Kita bisa belajar bahwa hidup adalah sesuatu yang harus Kita jalani, karena waktu tak akan menunggu, walau jarak perasaan itu  membuat seseorang merindu, waktu membuat kalut tapi percayalah jarak akan mengalah pada waktu semua akan sesuai dengan apa yang Kita ekspektasikan sejak awal, hidup itu terukut dan Allah yang akan membantumu dalam segala hal.

Ini adalah tulisan mengenai Practical Stoicisme Bagian 2, akan Saya lanjutkan ke bagian ke 3-end nanti ya ketika Saya memiliki waktu luang. See you guys.

Komentar