Practical Stoicism: Makanan Apa Tuh Man! Bagian 1


halofandi.com - Halo semuanya, jumpa lagi dengan Saya Fandi Ahmad, ya. Pada kesempatan ini Saya ingin berbagi sedikit mengenai ketertarikan Saya kembali tentang ilmu filosofi Yunani kuno yaitu Stoicism. Secara tak langsung sebenarnya Saya sudah melakukan hal ini dalam kehidupan sehari-hari, walau kadang masih ada banyak hal yang diluar kendali.

Saya tertarik tentang hal ini sudah cukup lama, akan tetapi baru sempat baca-baca jurnal lagi dan mulai sharing pada tulisan ini, setelah Saya melihat salah satu video YouTube yang kental akan bahasan Practical Stoicism.

Benang merah yang dapat ditarik dalam ilmu stoic adalah kontrol emosi, manusia memiliki berbagai macam hal mengenai emosi, mulai dari sedih, marah, senang, dan lain sebagainya. Ilmu stoic membimbing bagaimana cara mengontrol itu semua.

Dasar praktik ilmu stoic adalah mempersiapkan sesuatu dengan acuan paling buruk, sehingga Kita memiliki ekspektasi yang dapat dinalar, ketika hal terburuk terjadi Kita tidak terlalu kaget dan siap menghadapi resiko yang terjadi beserta solusinya.

Ada 4 faktor yang melandasi ilmu stoic, yaitu: tuhan itu adil, hidup bijaksana untuk sesuatu yang membahagiakan, semua kehidupan pasti dalam keharmonisan, dan yang terkahir adalah semua yang terjadi pasti ada alasan positif yang bisa diambil.

Faktor lain yang membuat Saya tertarik akan hal tersebut adalah karena akhir-akhir ini Saya sering mengalami apa yang disebut "stress" (bukan gila lho ya).

Setiap orang memiliki tindakan masing-masing jika mengalami hal tersebut. Dan, sekarang Saya paham bahwa ketika itu Saya belum siap atas semua efek negatif yang akan terjadi sehingga "stress" yang melanda menjadi berlarut-larut.

Pada tahun 2019 awal, Saya pernah mengalami hal yang mungkin jika Kalian mengalami hal yang sama, pasti Anda akan maklum apa yang Saya lakukan di atas.

"Stress" yang berlarut itu terjadi karena Saya tidak siap hal tersebut terjadi, hasilnya berbeda jika Saya sudah siap sebelumya, galau yang berlarut tak akan terjadi dan healing kejiwaan Saya akan lebih cepat terselesaikan.

Setelah Saya menyimak kembali beberapa sumber mengenai stoicism, Saya menyadari bahwa hal tersebut ternyata related dengan apa yang terjadi pada diri Saya hari ini (12/07/2020). Dimana semua terasa berjalan lancar, ekpektasi yang Saya siapkan tak terlalu tinggi dan mengambil sisi terburuk untuk kejadian itu, sehingga hasil yang Saya dapatkan menjadi hal yang menyenangkan untuk dijalani walau memang jika ditelaah kembali kejadian tersebut seharusnya membuat galau yang berlarut bagi Saya. *but I still like her. 

Itulah kenapa Saya tertarik dengan ilmu filsuf ini, Kita lanjutkan lagi ke bagian 2 pada artikel yang terpisah, dimana klimaks puncak dan cerita lebih lengkap yang membawa Saya tertarik lagi akan hal tersebut.

Pada bagian ke 2 nanti, Saya juga akan membahas sedikit mengenai sejarah ilmu filsuf tersebut yang ternyata sejalan dengan keyakinan yang Saya anut sekarang.

Grobogan, 12 Juli 2020.

Komentar