Dan, Aku Bukanlah Ali!



halofandi.com - Ali bin Abi Thalib merupakan pemuda yang ditakdirkan menjadi suami dari Fatimah az Zahra Putri Khadijah, Beliau adalah salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk surga oleh Allah. Banyak hal yang dapat Kita ambil dari cerita dari sahabat Ali ini, dan pada kesempatan ini pula Aku ingin sedikit menyampaikan cerita cinta Ali dan Fatimah yang menarik untuk Kita ikuti.

Ali adalah pemuda sederhana yang memiliki iman yang kuat, menjadi salah satu sahabat terbaik Nabi. Terdepan membela islam dalam banyak hal, termasuk dalam kisah cintanya menyukai Fatimah sang pemimpin perempuan di akhirat kelak yang kisahnya memiliki hikmah tersendiri bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama bagi Kita yang masih belum menikah.

Akan ikhlas sepenuhnya jika Fatimah menerima lamaran dari sahabat Abu Bakar. Siapa yang tak tau degan Abu Bakar? Sahabat Nabi terbaik datang melamar Fatimah, akan tetapi lamaranya ditolak dengan cara yang baik.

Akan ikhlas sepenuhnya jika Fatimah jadi menerima lamaran dari sahabat Umar bin Khattab. Sahabat terbaik kedua Nabi dimana syaitanpun pun tidak berani berada di jalan yang akan dilewatai Sahabat Umar.

Akan ikhlas sepenuhnya jika Fatimah jadi menerima lamaran dari sahabat Abdurrahman bin Auf yang membawa mahar begitu banyak dan insan yang terkenal dengan kedermawananya.

Aku bukanlah Ali yang bisa menjalani proses itu dengan sempurna, mencintai Fatimah dengan sempurna, cemburu dengan Fatimah dengan cara yang sempurna, mengikhlaskan Fatimah dengan cara sempurna pun jika Fatimah benar-benar menerima salah satu lamaran dari sahabat terbaik Nabi lainya.

Ya, kesempurnaan itu jauh dari diri yang banyak dosa ini. Pun Aku yakin Ali juga akan berkata yang sama walau Beliau disebut-sebut sebagai salah satu sahabat terbaik Nabi dan di jamin surga oleh Allah. Betapa hebatnya.

Dan lagi, Aku bukanlah Ali, bagai langit dan palung bumi, caranya mencintai, caranya cemburu, caranya mengikhlaskan dan masih banyak hal lain yang sedikitpun tak bisa ditiru oleh insan yang banyak cacatnya ini.

Aku mencintaimu dengan cara yang jauh dari kata sempurna, cemburu dengan cara yang jauh dari kata sempurna pula, pun sukar ikhlas dan jauh dari kata sempurna untuk Engkau perempuan yang begitu baik tanpa cela.

Engkau seperti Fatimah, perempuan yang memiliki rasa malu jika dekat dengan laki-laki berdua, tidak bermain-main dengan hati laki-laki, menjaga hati laki-laki yang dekat dengan pendirian nya yang begitu tegas, komitmen dengan kalimat yang terucap dari bibir mungil itu.

Diri ini yang penuh dengan rasa salah, ditolak dengan alasan yang tegas, tidak mencla-mencle, dan berpegang teguh dengan pendirian tersebut dimana Kamu sudah melakukan tanggungjawabmu dengan baik ke laki-laki yang jauh dari kata baik ini.

Sekali lagi, Aku mencintaimu, jika ini hal yang salah semoga Allah menghapuskan rasa itu dan menggantinya ke hal lain yang baik. Jika ternyata caraku selama ini salah, Aku sadar sepenuhnya itu akan menjadi sebuah dosa yang nanti akan Aku pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Semoga Allah mengampuni dosaku.

Semoga Kamu lancar berproses dengan laki-laki lain selanjutnya, cintailah Dia tanpa syarat seperti Fatimah menerima lamaran Ali, tetap berpendirian tegas dengan tidak bermain-main dengan hati laki-laki, tidak berduaan dengan laki-laki tanpa proses yang benar. Ingat Kataku kan? Setiap laki-laki yang dekat denganmu Aku yakin akan mudah jatuh hati denganmu. Semoga Allah memudahkan urusan Kita semua.

Kamu sempurna seperti Fatimah, sayangnya Aku bukanlah Ali. Yang akhirnya Kita tidak direstui Allah untuk saling melengkapi ibadah Kita seperti Mereka.

Kabari saja jika nanti jadi akad dengan laki-laki yang Engkau dambakan, yang sempurna tanpa cela, elok tanpa luka, kaya tanpa pernah miskin, soleh tanpa dosa seperti Engkau yang sempurna.

Jika kuat, raga ini akan datang tanpa beban. Pun jika tidak kuat, raga ini akan sebaliknya, tanpa beban pula, bukan tujuan yang lain tapi untuk menjaga hati ini utuh akan segalanya. Once again, Aku mencintaimu & keluargamu.

Fandi Ahmad @halofandi - Semarang, 26 Juni 2021

Komentar